Nilai-Nilai Islam sebagai Basis Pengembangan Madrasah Ramah Anak pada Pendidikan Dasar: Studi Kasus di MI Sabilul Huda Pati
Kata Kunci:
nilai-nilai Islam, sekolah ramah anak, madrasah ibtidaiyah, pendidikan karakter, budaya sekolahAbstrak
Madrasah ibtidaiyah memiliki mandat ganda: membangun kompetensi dasar sekaligus menumbuhkan karakter dan religiusitas anak. Pada saat yang sama, satuan pendidikan dituntut menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas kekerasan melalui pendekatan Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam budaya madrasah, (2) praktik keseharian yang mencerminkan prinsip ramah anak, serta (3) keterpaduan temuan lapangan dengan teori pendidikan karakter, kerangka SRA, dan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di MI Sabilul Huda (Pati) pada Maret–April 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara (guru, peserta didik, kepala madrasah, dan wali murid), serta dokumentasi kebijakan dan program sekolah; analisis dilakukan secara induktif mengikuti tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai kasih sayang, keadilan, tanggung jawab, kebersihan, dan penghargaan terhadap sesama diinternalisasikan melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, serta kegiatan sosial-lingkungan. Lingkungan belajar teramati aman dan dialogis, tanpa temuan hukuman fisik. Temuan ini menegaskan
kompatibilitas nilai-nilai Islam dengan paradigma SRA berbasis hak anak serta pendidikan karakter, dan memperlihatkan model integrasi yang relevan bagi penguatan madrasah sebagai ruang belajar humanis dan protektif.



